17 July 2013
Pie Susu Green Tea with Carnation
Pie ini sebenarnya sengaja dibuat untuk disetor ke lomba Kreasi Carnation, lha kok setiap kali mau upload ktp dan foto kok ya gagal maning-gagal maning, bahkan sampai hari terakhir di detik terakhir,huhuhu...Ya sudahlah, akhirnya dipajang saja di sini. Resepnya menyusl....:)
Kompiang
Cerita punya cerita, roti ini awalnya tercipta sebagai bekal tentara Cina pada tahun 1562 oleh Qi Jiguang yang terinspirasi pada bekal bala tentara jepang yaitu Onigiri. Pada masa itu, setiap kali tentara Jepang selalu berhasil menemukan kamp tentara Cina lantaran asap dari pembakaran saat mereka memasak perbekalan. Tak heran, kompiang yang asli teksturnya keras agar bisa awet selama perjalanan.
PeEr grup LBT bulan Juni-Juli ini juga mengangkat tema Kompiang. Wah, dengar saja namanya baru kali ini, apalagi membayangkan bagaimana rasanya. Maka jadilah saya ditengah kesibukan pindah rumah akhirnya bisa menyelesaikan roti antah berantah ini, hehehe. Kompiang yang saya pilih yang klasik seperti resep di www.lezatgrup.com karena penasaran dengan rasa dan tekstur asli dan yang belum dimodifikasi. Hasilnya? Cukup membuat gusi pegal saat mengunyahnya ibu-ibu....tapi tidak buruk juga, cukup enak bila disantap dengan isian ayam/abon/daging atau hanya sekedar dicocol saos sambal. Kalau di makan dengan selai atau coklat kok saya kurang begitu suka ya...:) Nah, resepnya saya tulis kembali ya,
Kompiang Klasik
www.lezatgrup.com
Bahan:
250 gr terigu protein tinggi
4 gr ragi (saya 1sdm peres)
3 gr garam (saya sejumput saja)
175 ml air
wijen
1 kuning, kocok lepas
Cara membuat:
1. Aduk jadi satu terigu dan ragi
2. Masukkan air dan garam, aduk hingga tercampur rata, diamkan selama 30 menit dan ditutup dengan plastik. Panaskan oven pada suhu 160'C sembari menunggu adonan
3. Bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai selera. Saya membagi adonan menjadi 4 bagian saja. celupkan permukaannya pada kocokan kuning telur, lalu balur dengan wijen, lakukan sampai habis
4. Tata adonan roti pada loyang berpoles margarin, panggang selama 30-40 menit.
Pindang Patin
Ikan air tawar yang biasa hidup di sungai ini sekarang mudah ditemui di mana-mana. Selain dagingnya tebal dan enak, ikan yang termasuk golongan cat fish ini juga mengandung banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Kandungan gizi yang berupa protein hewani
relatif lebih besar dari pada protein yang dihasilkan oleh ikan air
tawar jenis lain. Sumber protein dalam daging ikan patin
adalah sekitar 23-28 persen.Berdasarkan penelitian, kandungan gizi didalam ikan patin yang berupa
lemak tak jenuh baik untuk mencegah terjadinya resiko
penyakit Kardiovaskular. Lemak tak jenuh juga bermanfaat untuk
menurunkan besarnya kadar kolestrol total dan kolestrol LDL yang
terkandung di dalam darah sehingga dapat mencegah dan mengurangi terkena
penyakit jantung koroner.(sumber: http://palingindonesia.com)
Di beberapa daerah di Indonesia, ikan patin diolah dengan keunikan budaya dan cita rasa masing-masing,sebut saja Gulai Ikan Patin khas Jambi dengan tempoyak duriannya, Gulai Asam Pedas Ikan Patin khas Pekanbaru yang menyertakan bunga kecombrang/kincung didalamnya, atau Pindang Ikan Patin khas Palembang.
Pindang patin yang saya coba kali ini lebih mirip masakan patin-nya Palembang mungkin ya, disesuaikan dengan selera dan tingkat kesimpelan saya tentunya^^ O ya, sebaiknya bersihkan kulit patin dari lendirnya agar tidak berbau lumpur, caranya seperti menghilangkan sisik ikan dengan arah pisau tegak lurus. tekan pisau kuat-kuat kearah depan-belakang sampai kulit lendir mengelupas dan kesat. Karena saya tidak suka perut dan insang ikan, maka saya buang sekalian semuanya sampai bersih.
16 May 2013
Sate Masin a.k.a Sate Itik
Siapa tak kenal sate. Menu khas Indonesia ini terkenal hingga keluar negeri. Bumbu khas-nya selalu bikin kangen. Di Hulu Sungai-Kalimantan Selatan sate tak hanya berbahan ayam,sapi, atau kambing layaknya di Jawa. Disini, itik/bebek pun tak kalah turut diolah menjadi sajian yang nikmat. Umumnya sate disini berbumbu Habang (merah) dan jadi teman nasi sop (soto dengan nasi). Di Barabai kecamatan Birayang, ada juga sate itik yang nikmat dengan bumbu kecap sederhana seperti sate kambing. Saya beberapa kali kebagian oleh-oleh si Ayah kalau ada keperluan menemani tamu^^
Di Amuntai, yang notabene daerah peternakan itik jelas mudah menemui sajian berbahan itik, sate salah satunya. Tetapi kali ini sate itik yang saya temui di Amuntai ini, tepatnya di
kawasan Kuta Raja berbumbu kacang, sama persis dengan sate ayam yang
sudah kita kenal. Dengan harga yang relatif terjangkau, tidak heran
warung sederhana ini diminati banyak pembeli. Seporsi sate dengan lontongdan segelas teh dihargai hanya Rp13.000,-. Murah bukan?^^
06 May 2013
Apam Barabai
Apam Barabai adalah makanan khas dari kota Barabai, kabupaten Hulu Sungai Tengah dan selalu dijadikan salah satu oleh-oleh khas daerah ini, selain kue Lam. Berbahan dasar tepung beras, gula merah, dan tape singkong, rasanya yang manis-gurih nikmat disantap sambil minum teh atau kopi. Kalau berkunjung ke Barabai, jangan lupa membelinya di sepanjang jalan simpangan Bulau. Dikemas dalam daun pisang dengan jumlah 10 buah satu bungkusnya, kita bisa membawanya pulang hanya dengan Rp6000,- saja^^
Hari Senin kemarin saat si Ayah ke kantor cabang Barabai untuk mengambil SK pindah, saya menitip si Apam ini. Entah, tiba-tiba kangen mencicipi^^ Kedapatan salah satu apamnya ada semut merah besar yang tercetak, hihihihi..kasihan...tapi itu tandanya Apam ini berbahan gula alami, karena kalau memakai gula pemanis semut tidak mau mendatangi.
05 May 2013
Pumpkin Bread
Ini stok foto lama,dari tahun lalu tapi kelupaan mulu untuk di update di blog. Jadi ceritanya, kami kedapatan kunjungan dari mama Alif yang lagi pengen main ke Amuntai dengan membawa 2 buah labu kuning yang besar. Alhamdulillah..makasih ya^^ Tapi setelah itu langsung bingung gimana cara menghabiskannya. Soalnya beberapa waktu sebelumnya juga kebagian 2 labu kuning dari halaman kantor si Ayah, panen paman tukang bersih-bersih disana. Ya sudah lah, sementara di timbun di freezer dalam bentuk puree dulu^^. Nah, salah satunya saya olah menjadi Pumpkin Bread ini untuk bekal sekolah Akmal. Nyontek resep dari SimplyRecipe dengan modifikasi seperlunya, menyesuaikan bahan-bahan yang ada di rumah.
by Simplyrecipe
Bahan:
- 1 1/2 cus (200g)terigu segitiga
- 1/2 sdt garam
- 1 cup (200 g) gula
- 1 sdt baking soda
- 1 cup (240 ml) puree labu
- 1/2 cup (120 ml) minyak zaitun, saya ganti dengan minyk goreng
- 2 butir telur, kocok lepas
- 1/4 cup air
- 1/2 sdt pala bubuk
- 1/2 teaspoonkayu manis bubuk
- 1/2 teaspoon bumbu spekuk
- 1/2 cup (120 ml) walnuts cincang,bisa diganti kacang mede/kacang tanah/kaca kenari/dll
- Panaskan oven terlebih dahulu dengan suhu 180°C.Siapkan loyang brownies atau loyang loaf, poles lemak, alasi kertas roti, poles kembali, sisihkan
- Aduk rata dalam satu wadah, terigu, garam, gula, dan baking soda, sisihkan
- Campur labu, minyak, telur, 1/4 cup air, dan bumbu jadi satu, masukkan ke adonan kering diatas, aduk secukupnya, masukkan kacang cincang
- Panggang selama kurang lebih 60 menit sampai matang, sajikan
Homemade Puff Pastry
Saya 2 kali mencoba dengan 2 resep yang berbeda, sayang sekali belum ada yang berhasil, hehehehe... Layer2
yang seindah di bakery itu kayaknya masih jauh deh. Memang membutuhkan
ketepatan bahan, teknik dan kesabaran tingkat dewa..:-)
Puff Pastry
Adonan Dasar:
Terigu protein tinggi 500gr
Telur ayam 1 butir
Air jeruk/cuka 1/2sdt
Garam 1/2 sdt
Margarin 25gr
Air es 250ml
Pelapisan:
Butter/korsvet/pastry margarin 200gr
(yang saya pakai margarin eceran yang dijual di pasar2 itu, mereknya Amanda, 250gr cuma Rp3000,-. Bener-bener ggak mau rugi kalau gagal:-p)
03 May 2013
01 May 2013
Kue Lumpur Labu Kuning
Variasi kue lumpur, selain berbahan kentang bisa diganti dengan puree labu kuning. Hampir tidak bisa dibedakan dengan kue lumpur kentang, hanya saja warnanya sudah pasti lebih kuning ya.. O ya, plus sedikiit tekstur berserat yang lembut kalau kita pakai labu kuning yang sudah tua.^^ Resep masih sama dengan Kue Lumpur yang lalu kok.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















